Di minggu sebelumnya kita sudah membahas bagaimana cara menghitung biaya import dan juga apa saja biaya yang perlu diperhatikan dalam import. Walau kita sudah membuat contoh simulasi di blog sebelumnya sepertinya kurang pas dan kurang jelas jika tidak menggunakan contoh produk asli yang diperjual-belikan.

Oleh karena itu hari ini kita akan menganalisa salah satu produk yang sedang trend di kalangan anak muda jaman now, yaitu topi kupluk kekinian! Foto produk, harga beli, dan jual dari produk ini bisa anda lihat di foto diatas. Memang harga beli tersebut adalah harga dasar dan belum termasuk ongkir China-Indonesia. Lantas bagaimana perhitungannya, dan apakah masih menguntungkan jika meng-import barang ini?

Jadi, harga jual lokal di China untuk produk ini hanyalah 17.3 yuan/pcs, alias sekitar 35 ribu rupiah. Itu pun masih dapat ditawar sampai sekitar 16,6 yuan/pcs. Di Indonesia sendiri, ada sebuah toko yang menjual produk tersebut seharga 64 ribu rupiah, dan dengan total penjualan lebih dari 31500 pcs! WOW! Jumlah yang sangat fantastis bukan? Ini baru melihat penjualan dari 1 toko dan belum termasuk toko lainnya. Jadi berapa sih keuntungan yang kita dapat jika berjualan produk ini? Yuk langsung kita lanjut ke perhitungannya untuk pembelian sebanyak 200 pcs.

HARGA BARANG
Belanja: 200 pcs x 16,6 = 3320 yuan
Fee: 232 yuan (7% dari belanja)
CNY: 3552 yuan
Kurs: 2,100 rupiah (Bisa berubah setiap hari)
IDR: 7,640,000 rupiah

ONGKIR CHINA-JKT
0,24 cbm x 8,5 juta: 2,040,000 rupiah

Total estimasi biaya adalah 9,500,000 rupiah
Atau sekitar 48 ribu/pcs

Jika anda menjual dengan harga 64 ribu/pcs, berarti anda mendapatkan keuntungan sebesar 16 ribu/pcs. Dikalikan 200 pcs, total keuntungan yang anda dapatkan adalah 3,200,000. Atau setara dengan 34% dari modal awal anda! Cukup mengagumkan bukan?

Bayangkan jika anda bisa menjual seperti toko yang kita bahas ini, sebanyak 31500 pcs, seberapa besar keuntungan yang sudah anda dapatkan ya? Pastinya bukan jumlah yang sedikit lagi tuh! Sudah cukup untuk membeli mobil, atau bahkan tempat tinggal sekalipun.

Nah, kembali lagi ke pertanyaan kita diatas, “usaha import pasti untung”? Seperti halnya semua bidang usaha, tidak selalu. Kuncinya ada di jumlah yang dipesan, produknya, juga dikombinasikan dengan strategi penjualan yang baik. Jika jumlah pesanannya terlalu sedikit, yang ada harga barang menjadi lebih mahal daripada harga jual di Indonesia. Sedangkan jika memilih produk yang kurang laku di pasaran, akan kesulitan menjualnya. Dan terakhir, jika tidak ada yang mengetahui toko anda dan produk yang anda jual, siapa yang akan membeli?

Oleh karena itu, sekarang anda sudah tidak perlu lagi kesulitan mengurus prosedur import nya, dan hanya perlu fokus ke kegiatan yang lebih produktif seperti penjualan dan pemasaran. Dengan One world, semua permasalahan import anda akan diatasi dengan cepat, mudah, dan transparan.

Salam,

One world