Biaya dan harga adalah salah satu hal yang paling diperhatikan dalam menjalankan usaha. Pastinya setiap pengusaha ingin mendapatkan harga modal produk semurah-murahnya, dan menjual setinggi-tingginya. Tidak ada yang salah dari situ, oleh karena itu kali ini kami akan membahas biaya-biaya yang harus diperhatikan dalam prosedur import nya agar anda dapat mengimport barang dengan harga yang sesuai, dan juga dapat menjual dengan keuntungan yang maksimal.

1. Harga barang dan kurs
– Sebelum menghitung biaya biaya lain, tentunya harga barang menjadi yang pertama dilihat. Karena dengan ini kita bisa mengira-ngira apakah barang tersebut masih dapat dijual di Indonesia. Jika harga dasar di China jauh lebih murah dari harga jual di Indonesia, kemungkinan besar barang tersebut masih cocok. Namun jika bedanya sedikit, ditambah biaya lain dapat membuatnya tidak menguntungkan.
– Harga barang juga sangat terpengaruh dengan kurs nilai tukar mata uang. Dalam transaksi antar negara, kurs sangat berperan penting dalam menentukan harga. Walaupun harga barang tetap sama, kurs biasanya berubah setiap hari. Jika kurs naik, barang yang sebelumnya memiliki harga standar akan menjadi mahal. Begitu juga sebaliknya, jika kurs turun, harga barang akan menjadi lebih murah. Perhatikanlah kurs sebelum membeli barang, terlebih lagi jika harga barang tersebut tinggi. Semakin tinggi harganya, berbedaan kurs akan semakin terasa.

2. Fee jasa beli dan transfer uang
– Biaya ke dua yaitu biaya jasa beli dan transfer uang. Biaya ini biasa dikenakan oleh seorang agen untuk membantu pengusaha bertransaksi dari China. Biaya ini umumnya tidak besar dan berbeda-beda tergantung dari ketentuan agen penyedia jasa tersebut. Walaupun tidak termasuk biaya yang besar, anda tetap harus menghitungnya untuk mendapatkan totalan harga yang lebih akurat.

3. Pengiriman China-Indonesia
– Biaya pengiriman bisa dibilang salah satu biaya besar yang harus dikeluarkan dalam import. Terdapat dua jalur pengiriman, yaitu udara dan laut. Kebanyakan dari kita pasti tahu jika jalur udara dapat mengantar barang jauh lebih cepat daripada laut, walau dengan biaya yang jauh lebih mahal juga. Jalur udara lebih ditekankan untuk barang sample atau barang yang memang memiliki selisih harga beli dan jual yang besar sehingga walaupun dikirim melalui udara tetap bisa mendapatkan untung, namun dapat menjual lebih cepat dibandingkan jika dikirim menggunakan jalur laut. Estimasi rata-rata pengiriman via udara adalah 5-7 hari.
– Pengiriman jalur laut lebih di tekankan untuk produk yang memiliki selisih nilai beli dan jual yang rendah, agar dapat bersaing di pasaran. Tentunya bisa juga digunakan untuk barang denga selisih harga yang besar, sehingga untung yang didapat akan jauh lebih besar dibanding pengiriman via udara. Estimasi rata-rata pengiriman via laut adalah 4-5 minggu.

4. Lain-lain
– Sebetulnya biaya yang biasa perlu dikeluarkan oleh seorang importir adalah ke tiga biaya diatas. Namun terkadang ada juga biaya tambahan lain yang dapat dikenakan atas barang kirimannya, diantaranya adalah:
o Biaya volume weight, jika mengirimkan produk besar namun ringan via udara
o Biaya over weight, jika mengirimkan produk kecil namun berat via laut
o Biaya packing tambahan, seperti kayu untuk produk pecah belah
o Biaya ongkir dari gudang forwarder ke alamat anda, jika biaya kirim belum termasuk antar sampai alamat
o Biaya quality control, jika ingin mengecek produk yang dibeli sebelum dikirim ke Indonesia
o Dll

Nah, jadi itu adalah ke empat biaya yang perlu anda perhatikan sebelum memulai usaha import. Sebaiknya dipelajari dan di kalkulasikan terlebih dahulu agar usaha dapat berjalan dengan aman dan lancar. Sebagai penyedia jasa import, kami dapat membantu menghitung estimasi biaya-biaya tersebut sehingga anda tidak perlu repot dan kesulitan dalam menghitung semuanya sendiri.

Salam,

One world