Dalam import, sering kali kita mendengar istilah “lampu merah”, bagi orang awam tentu akan kebingungan dengan istilah tersebut. Di blog singkat ini kita akan membahas lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan lampu merah tersebut.

Pada dasarnya dalam import ada 3 status di lapangan, dan akan kita rincikan satu per satu dibawah ini:

1. Lampu hijau: Kondisi lapangan lancar. Barang yang datang di cek berdasarkan dokumennya saja, dan proses clearance barang dari beacukai pun berlangsung cepat. Akses ini biasa diberikan kepada perusahaan yang memang sudah terpercaya sehingga tidak memakan waktu dalam proses clearance nya.

2. Lampu kuning: Kondisi lapangan mulai melambat. Barang yang datang di cek dokumen dan sebagian fisiknya untuk di sesuaikan.

3. Lampu merah: Kondisi barang di lapangan di cek secara menyeluruh baik dari dokumen dan fisik barangnya masing masing. Tentunya ini yang menghambat barang keluar dari beacukai karena begitu banyaknya barang yang harus di cek satu per satu dengan kesesuaian dokumennya.

Lampu merah juga dapat terjadi secara acak jika pihak beacukai mencurigai pengiriman tertentu. Sehingga mereka akan mengecek lebih lanjut walaupun mungkin kondisi lapangan dan pengiriman lainnya tidak dalam status lampu merah.

Lampu merah nasional pernah terjadi pada tahun 2017 lalu dan berlangsung selama sekitar 6 bulan lebih. Sehingga banyak sekali pengiriman yang tertahan. Walau dokumen dan fisik barang sesuai, tentu harus tetap menunggu giliran pengecekan.

Setelah itu berlalu, belakangan ini sudah bisa dikatakan jarang terjadi lampu merah dan status lapangan lancar. Lampu merah secara acak tentu dapat terjadi sewaktu waktu, namun belum pernah ada lampu merah besar-besaran lagi. Tetapi hanya waktu yang bisa menjawab kapan itu dapat terjadi lagi.

Salam,
One world